abdala

Vice Rector for Academic and Human Resources Development – IAIN Sunan Ampel

Oleh Abd A’la

Terorisme terus membayang-bayangi kita. Tertangkapnya belasan orang yang diduga kuat sebagai teroris di Aceh Besar dan Pamulang, Tangerang Jawa Barat dalam bulan Maret 2010 ini menjadi bukti kuat bahwa kuku-kuku  ganas terorisme terus mencari mangsa. continue reading…

Oleh Abd A’la*

Persoalan besar yang dihadapi negara dan bangsa-bangsa berkembang di era kontemporer ini, salah satunya adalah globalisasi. Realitas menunjukkan, pendesabuanaan yang digagas negara Barat telah melahirkan problem –bahkan dilema –yang begitu rumit. Pada satu pihak, globalisasi merupakan realitas yang telah menggurita ke mana-mana yang nyaris tidak mungkin dihindari oleh bangsa mana pun. Namun di pihak lain kehadirannya selalu meminta korban pada bangsa dan masyarakat lokal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. continue reading…

Oleh Abd A`la

Saat ini aktivitas kelompok-kelompok mahasiswa Islam nyaris tidak menampakkan greget lagi. Organisasi-organisasi ekstra mahasiswa Islam, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang dulu begitu prestisius dengan kiprah intelektualitasnya kini tampak layu kemayu. continue reading…

Oleh Abd A’la

Relasi antara perempuan dan laki-laki, khususnya dalam perspektif umat Islam, masih berada dalam debat yang berkepanjangan. Kelompok yang meletakkan perempuan dalam dominasi laki-laki tetap bersikukuh dengan pandangannya. Demikian pula yang memiliki pandangan yang sebaliknya. continue reading…

dimuat di JawaPos 22 Januari, 2010

Oleh Abd A’la

Hingga saat ini hukum dan proses hukum yang berkembang di Indonesia senyatanya belum menyentuh rasa keadilan yang sebenarnya. Keadilan masih jauh dari jangkauan masyarakat umum. Kasus penempatan Ayin (Artalyta Suryani) di ruangan khusus yang cukup mewah di rutan Pondok Bambu beberapa waktu lalu, dan kelambanan continue reading…

Oleh Abd A’la

Berbicara mengenai masyarakat Madura, fenomena yang hingga saat ini berkembang adalah stereotyping masyarakat tersebut sebagai masyarakat marginal, terbelakang dalam hampir berbagai aspek kehidupan. Mereka nyaris diidentikkan dengan orang yang kurang berpendidikan, kasar, keras, kurang tahu tata pergaulan sosial, semau gue, bahkan disimplifikasi sebagai tukang carok yang selalu menyebarkan kekerasan. Anekdot dan humor yang merepresentasikan keterbelakangan mereka ini sering muncul dalam perbincangan di berbagai forum santai maupun serius. continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 abdala Design by SRS Solutions